VIRAL Kisah Ibu 3 Anak yang Dijatah Uang Belanja 30 Ribu per Hari Oleh Suaminya yang bekerja sebagai Tukang Bangunan, Bagaimana Mengaturnya? - Metro-news24

VIRAL Kisah Ibu 3 Anak yang Dijatah Uang Belanja 30 Ribu per Hari Oleh Suaminya yang bekerja sebagai Tukang Bangunan, Bagaimana Mengaturnya?

 


Topik tentang istri yang dijatah uang belanja selalu jadi perbincangan hangat dan sering ditanyakan oleh warganet di media sosial.

Baru-baru ini di grup Facebook ‘Berbagi Resep Makanan’, seorang ibu dengan akun bernama Afit Abiedin melontarkan pertanyaan seputar uang belanja harian.

“Ibu-ibu mau nanya dong, ibu-ibu paling sedikit uang belanja per harinya berapa?” tanya Afit.

Postingan tersebut pun mendapat ramai hingga mendapat 1.400 tanggapan dari warganet. Ada yang menjawab 50 ribu, 100 ribu, 200 ribu dan lainnya. Namun, ada satu jawaban yang menarik perhatian warganet.

Seseorang dengan nama akun Mamah’e Faradiza menjawab di kolom komentar mendapatkan uang belanja Rp 30 ribu per hari. Jumlah itu sudah termasuk untuk makan dan jajan ketiga anaknya.

“30 ribu bun sehari, buat makan ber 3 sama buat nabung dan jajan anak,” balasnya.

Kontan jawaban itu anggota grup lainnya terheran-heran. Bagaimana bisa ibu itu mengatur uangnya yang sangat pas-pasan dan tetap bisa menabung?

Artikel terkait: Kakeibo, cara atur keuangan ala Jepang ini bikin Parents tidak boros
Masak Sederhana, Kunci Mencukupkan Uang Belanja yang Pas-pasan

Keluarga Setia Fani Andri Kirana. (Foto: Istimewa)

Mengutip Detik (31/01/2021), Nama asli akun Facebook Mamah’e Faradiza ialah Setia Fani Andri Kirana. Ibu yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah, ini menuturkan jika zaman sekarang harus bisa berhemat dan pintar mengontrol uang belanja.

Setia Fani Andri Kirana pun mengungkapkan rahasianya bagaimana mengatur uang belanja 30 ribu rupiah perSetia Fani Andri Kirana pun mengungkapkan rahasianya bagaimana mengatur uang belanja 30 ribu rupiah per hari. Ia mengaku lebih mementingkan membuat makanan yang sederhana, tapi tetap membuat suami dan anak bahagia.

“Saya biasanya belanja setiap hari. Tipsnya sih tergantung pada kita ya, kalau orang-orang bilang masak buat suami itu harus yang enak-enak. Tapi bagi saya sama suami, masak nggak perlu enak. Sederhana yang penting hidup bahagia itu sudah cukup,” kata Fani.

“Kalau belanja sih seadanya, kadang ya sayur, kadang-kadang ya masak ikan, kalau bumbu-bumbu aku sedia terus setiap hari karena suami juga jualan,” sambungnya.

Fani menambahkan, kebutuhan rumah tangga lainnya sudah dipersiapkan. Anak-anaknya juga full ASI sehingga bisa lebih hemat.

“Paling cuma beras, anak Alhamdullilah tidak pakai susu formula jadi lebih irit,” ujarnya.

Saat ditanya bagaimana caranya mengelola uang belanja, Fani mengungkapkan Rp 30 ribu yang diberikan suaminya biasanya dia belanjakan sayur dan lauk-pauk.

“Buat beli sayur terus sama lauk. Kayak tahu, bakso, tempe atau tahu. Terus buat jajan anak paling nggak menyisihkan uang Rp 10 ribu per hari buat nabung,” lanjut Fani.

Di akhir wawancara, Fani pun tak menampik jika uang belanja yang diberikan oleh suaminya itu tidak cukup. Namun dalam kondisi perekonomian seperti ini, mau tak mau ia harus bisa memutar otak.

“Kalau dibilang kurang yang sebenernya kurang. Tapi saya lihat sisi lainnya. Suami pedagang kaki lima mendapatkan uang Rp 2 ribu rupiah itu susah apa lagi dikondisi seperti ini. Kesulitan banyak, saya sama suami hidup nge-kos, nggak rumah sendiri,” tutur Fani sambil mengungkapkan keluhannya.

“Kadang sampai cuma makan seadanya demi mencukupi kebutuhan anak dan tempat tinggal. Tapi saya mengajukan bantuan UMKM tidak ada respon. Padahal saya nggak pernah hutang apalagi dapat bantuan lainya saya belum pernah dapat,” pungkasnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel